Mungkin enak kali ya jalan jalan ke luar negeri gitu?. Bisa jadi bikin hati enak. Tapi ada yang tanya pasti nih. Kan perlu duit? Kalau gak punya duit gemana? Ya pastinya kalo lagi ngebet banget ya mustinya nabung. Jawaban klasik sih itu. Ya gemana lagi ya kan. Kalau duit banyak, ya bisa aja langsung jalan-jalan. Tapi saya yakin, ada momentumnya nanti bosan juga. Pasti itu. Manusia fitrahnya ya bosan. Kalo destinasi wisatanya gak sesuai ekspektasi ya jatuhnya benci. Bakal gak mau ke tempat itu lagi. Tapi ya dipikir-pikir, mending ada duit. Daripada enggak ada. Kalau ada duit, hari itu juga apa yang diinginkan bisa jadi selangkah lebih maju, pasti bisa wisata, minimal yang dekat dekat aja dulu. Berarti poinnya apa nih?, ya poinnya adalah duit. Lanjut ke pertanyaan kedua, duit itu bagaimana carinya?. Dikesempatan kali ini saya mau kenalkan prinsip cari duitnya aja. Urusan mau cari di bidang apa itu terserah. Prinsip itu dinamakan cari duit itu di hati sedang nyaman. Kenapa kal...
Banyak orang terjun ke dunia bisnis dengan bayangan garis finis yang bertabur kemewahan dalam waktu singkat. Namun, realitas di lapangan seringkali berkata lain. Membangun usaha bukanlah lari sprint 100 meter yang mengandalkan ledakan tenaga sesaat, melainkan sebuah lari marathon yang menuntut napas panjang, konsistensi, dan strategi yang matang. Dalam dunia kewirausahaan, indikator kesuksesan yang sejati bukanlah seberapa cepat seseorang meraih profit pertama, melainkan seberapa lama ia mampu bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi pasar. Mereka yang hanya mengejar "cepat kaya" seringkali terjebak dalam pengambilan keputusan jangka pendek yang berisiko tinggi. Tanpa pondasi yang kuat, bisnis tersebut ibarat rumah pasir yang megah namun runtuh saat diterjang ombak pertama. Sebagaimana diungkapkan oleh Simon Sinek dalam bukunya The Infinite Game , bisnis adalah sebuah permainan tanpa akhir yang jelas. Sinek menjelaskan: "Dalam permainan yang tidak...